Masa remaja adalah fase perubahan dalam diri seseorang dari masa kanak-kanak menjadi dewasa. Pada masa ini terjadi perubahan anatomis dan biologis yang disertai dengan perubahan mental. Umumnya proses maturasi biologik lebih cepat dari pada proses maturasi psikologik, sehingga seringkali menimbulkan konflik dalam diri remaja yaitu secara biologis seseorang sudah dapat dikatakan dewasa tetapi secara mental dia masih mencari jati dirinya.
Dalam proses dinamik ini dilihat beberapa hal yang dapat menggambarkan ciri-ciri remaja normal:
1. Tidak memiliki cacat fisik atau penyakit fisik yang parah
2. Tidak mengalami gangguan psikopatologi
3. Mampu mengatasi tugas yang senantiasa ada
4. Mampu mengekspresikan perasaannya atau suasana hatinya dengan luwes
5. Mampu menyelesaikan konflik dengan baik
6. Dapat membangun hubungan yang baik dengan sesama
7. Merasa menjadi anggota dalam suatu lingkungan serta senantiasa sadar akan norma dan nilai yang berlaku
Masa remaja dapat dibedakan menjadi dua tahap yaitu:
I. Remaja muda (usia 12-15 tahun), dengan ciri-ciri;
ü Preokupasi terhadap tubuhnya, hal ini dikarenakan adanya perubahan yang cepat yang tentunya membutuhkan perhatian khusus sehingga biasanya mereka sangat betah berkaca berjam-jam.
ü Gemar protes dalam keluarga, hal ini dikarenakan mereka sedang mencari jati diri yang akibatnya terkadang mengalami kekecewaan dan sebagai solusinya mereka bergabung dalam kelompok yang senasib atau dikenal dengan group atau genk.
ü Menjunjung tinggi kesetiaan antar sebaya, karena mereka merasakan adanya banyak kecocokan dalam diri mereka.
ü Sikap labil dan mudah berubah, perilaku ini muncul akibat adanya konflik yang bermula dari banyaknya perubahan yang dialaminya. Keadaan yang seperti ini sangat membutuhkan penanganan dan pengertian yang bijak.
ü Mampu berfikir secara abstrak.
II. Remaja penuh (usia 16-19 tahun), dengan cirri-ciri;
ü Mampu menghargai anggota keluarga.
ü Mampu mengembangkan hubungan pribadi yang stabil.
ü Pengembangan moral dan etika yang mantap
ü Merasakan ikatan terhadap pekerjaan atau tugas
ü Mencapai kebebasan dari orang tua
#Copas_Mendoan City_220709
Dalam proses dinamik ini dilihat beberapa hal yang dapat menggambarkan ciri-ciri remaja normal:
1. Tidak memiliki cacat fisik atau penyakit fisik yang parah
2. Tidak mengalami gangguan psikopatologi
3. Mampu mengatasi tugas yang senantiasa ada
4. Mampu mengekspresikan perasaannya atau suasana hatinya dengan luwes
5. Mampu menyelesaikan konflik dengan baik
6. Dapat membangun hubungan yang baik dengan sesama
7. Merasa menjadi anggota dalam suatu lingkungan serta senantiasa sadar akan norma dan nilai yang berlaku
Masa remaja dapat dibedakan menjadi dua tahap yaitu:
I. Remaja muda (usia 12-15 tahun), dengan ciri-ciri;
ü Preokupasi terhadap tubuhnya, hal ini dikarenakan adanya perubahan yang cepat yang tentunya membutuhkan perhatian khusus sehingga biasanya mereka sangat betah berkaca berjam-jam.
ü Gemar protes dalam keluarga, hal ini dikarenakan mereka sedang mencari jati diri yang akibatnya terkadang mengalami kekecewaan dan sebagai solusinya mereka bergabung dalam kelompok yang senasib atau dikenal dengan group atau genk.
ü Menjunjung tinggi kesetiaan antar sebaya, karena mereka merasakan adanya banyak kecocokan dalam diri mereka.
ü Sikap labil dan mudah berubah, perilaku ini muncul akibat adanya konflik yang bermula dari banyaknya perubahan yang dialaminya. Keadaan yang seperti ini sangat membutuhkan penanganan dan pengertian yang bijak.
ü Mampu berfikir secara abstrak.
II. Remaja penuh (usia 16-19 tahun), dengan cirri-ciri;
ü Mampu menghargai anggota keluarga.
ü Mampu mengembangkan hubungan pribadi yang stabil.
ü Pengembangan moral dan etika yang mantap
ü Merasakan ikatan terhadap pekerjaan atau tugas
ü Mencapai kebebasan dari orang tua
#Copas_Mendoan City_220709