Q
benar2 terkejut…sungguh t’ kusangka, t’ kuduga n t’ kukira sebelumnya… kebisuannya
selama ini karena ada yang berbeda…
Q masih
t’ percaya akan apa yang baru saja Q dengar…Dia benar2 tlah memilih jalan
hidupnya,,, memilih persimpangan yang t’ kuduga akan secepat ini jadinya…
Q
kecewa,,, meski Q tau Q bukan siapa2nya n Q juga yakin seyakin2nya Q t’
mengharapkan n menginginkannya, tapi setidaknya Q pernah menjadi orang di
dekatnya…mungkinkah dia lupa…bahwa sikap diamnya ini membuatQ merasa kecewa.. aaah
entahlah…
Q
marah,,, entah marah kepada siapa,,,? Q pun t’ tau,,, pantaskah Q marah
kepadanya n ternyata tidaklah pantas…
Q sedih
dia menghilang secepat itu,,, dia masih berada di depan mataku bahkan masih ada
di relung2 jiwaQ,,, Q masih merindukannya,,, Q masih ingin bersamanya, bercanda
dengannya, memarahinya, tertawa bersama, Q masih ingin bebas menggapainya
setiap saat, tapi itu hanya tinggal kenangan, dia tlah memilik bersamanya…
Q
senang,,, tapi entah dari sudut mana Q bisa berkata senang,,, butuh pikiran
negatif dulu untuk Q dapat berkata bahwa Q senang dengan semua berita ini,…sebuah
bisikan kecil menyeruak dan mengagetkanQ membisikiQ bahwa Q beruntung t’
memilikinya… benarkah seperti itu?
Q
terharu dengan keberaniannya melangkah mendahuluiQ n tanpa mengajakQ…
Q
menyimpan sejuta tanya,,, wajarkah semua ini… astagfirullahaladzim…
Q
takut,,, seandainya Qlah yang menggenggamnya, Qlah yang mendampinginya n Qlah
yang memilikinya ditengah tanda (-) itu,,, maka akan jadi apa Q nantinya…
Teman,
andai Q masih halal bercanda denganmu, andai Q masih boleh merindukanmu,,,
mungkin Q t’ akan sesedih ini,,, kenapa semua ini begitu cepat,,, kenapa kau t’
bertukar rasa padaQ,,, mungkinkah kau t’ lagi menganggapQ ada…
Teman,,,
meski Q t’ ingin menggenggammu,,, tapi Q ingin kau tetap di sampingQ berbagi
suka-duka bersamaQ… tapi kenapa kau begitu tega,,, kau memilihnya tanpa sepatah
katapun kau ucap kepadaQ,,, kau berani memilikinya tanpa kau pedulikan
sedikitpun perasaanQ…
Mungkin
inilah akhir dari setengah rasa…
Mungkin.....
Qberuntung
memiliki muna, walo muna kadang menyakitkan,,tapi dengan sedikit muna saja Q
bisa menjagaQ + sedikit berlari dari semua rasa yang semestinya nyata. Tangis
yang seharusnya mengiring kesedihan ini Qubah menjadi tawa, kecewa yang
harusnya membuatQ lara terpaksa kubuat bahagia
Teman
ijinkan Q merindukanmu untuk terakhir kalinya,,, Tuhan maafkan Q yang tepaksa
menghalalkan apa yang tlah Engkau haramkan.
Mungkin
hanya lewat do’a ini akan kunyatakan rasa cintaQ padamu rinduku padamu yang
tlah bertepi...
Teman..
Q t’ pernah ingin kau bahagia saat menjalankan sunahnya, tapi Q ingin kau mampu
membahagiakan dia yang menjadi bagian dari sunah itu, Q ingin kau menjaganya seperti
seakan dialah satu2nya yang kau punya, Q ingin kau selau ada untuknya agar dia
selalu merindukanmu, mencintaimu, menyayangimu karena kaulah satu2nya
miliknya,,, yakinkan dia untuk memiliki sejuta rasa indah itu bersamamu..
Teman,,
ingatlah selalu bahwa dia tidak lain dan tidak bukan hanya tercipta dari tulang
rusukmu,,, jadikan dia kekasih hatimu, jadikan dia pendamping hidupmu, jadikan
dia benar2 sebagai tulang rusukmu..
Smoga
menjadi keluarga sakinah mawadah warahmah..
Teman
hanya ini yang mungkin bisa kujadikan persembahan terakhir untuk mengenang
sejuta rasaQ yang tlah tertinggal..
Maafkan
Q jika Q ada salah,,,
Selamat
mengarungi hidup yang sesungguhnya.
Meskipun dia
mungkin bukan yang pertama bagimu,,, Q berharap dia yang terakhir tercipta
hanya u/mu
#Qnan_Mendoan City_110810
Tidak ada komentar:
Posting Komentar