Jumat, 07 Juni 2013

INIKAH RASA_Qyu

            Jam di dinding sebelah timur tembok kamarku menunjukkan pukul tujuh lewatnya dari jam tujuh. Seperti pagi2 yang lain, aku berkewajiban melahap seluruh buku yang sepantasnya aku lahap. Ya … seperti itulah pekerjaanku jika ujian tengah melanda dunia intelekku. Begitulah semestinya seorang maha-siswa mengarungi hari2nya dikala UAS menyapanya. Berbuat yang terbaik dalam menjalani hidupmu saat ini adalah jalan tempuh terbaik mengarungi panjangnya hidup yang hanya sementara.
            Aku tidak sendiri diruang kamarku yang terasa seperti surga keduaku setelah “rumahku adalah surgaku”. Aku bersanding dengan kakak sepupuku yang cantik dan baik. Cantik hatinya dan baik perilakunya. Entah darimana aku memandang semua itu, yang pasti hatiku yang terdalam mengatakan itu. Dan aku percaya hatiku tak pernah salah. Si kecil di lubuk sana, entah dimana, yang sepertinya tak bermakna, namun sangat berharga. Itulah hatimu yang selalu menjagamu dari keburukan dunia.
            Tok.. tok.. tok
Dalam waktu hampir bersamaan, aku dan kakakku tersentak oleh bunyi itu. Entahlah karena  daya konsentrasi kita terlalu tinggi atau karena kerasnya suara itu. Dalam waktu yang bersamaan pula kita menengok kepintu dan sepontan menjawab “siapa? silahkan masuk, pintu tidak dikunci”. Jangan heran kenapa bisa kata2 kita sama dan dalam waktu yang sama. Sejak kecil kami bersama hingga kini usia kepala dua.
            Seorang wanita yang tak berbeda jauh usianya dari kami pun masuk begitu mendengar kami mempersilahkannya masuk. Dia tak asing lagi bagi mata kami. Awa, begitu dia biasa dipanggil teman satu kos. Teman yang baik dan keibuan. Sebelum aku sempat berkata-kata, kakakku telah lebih dulu bertanya, “ada apa kamu pagi2 sudah bertamu” kakakku bertanya sambil bergurau. Awa menjawab dengan senyum manis tersungging di sudut bibirnya, “aku ada perlu sama Kuna”… begitulah salah satu panggilan sayang yang tersemat untukku dari saudara2ku terkasih di surga keduaku ini.
Awa pun menyampaikan maksud kunjungannya pagi itu. Intinya laptop tercintanya agak sedikit eror dan dia minta aku membantunya mencarikan orang yang bisa menyembuhkan beberapa penyakitnya. Perjanjian pun kita sepakati untuk mencoba datang ke kos temanku malam nanti.
***
Waktu menunjukan pukul 19.30. Sesuai janji yang telah aku buat dengan Awa dan juga temanku, maka aku dan Awa pun segera bergegas ke kos temanku. Sesampainya ditengah jalan, aku dan Awa bertemu temanku, ternyata dia sedang menunggu temannya. Teman,,,yaaa,,,teman,,,begitulah dia berkata padaku. Aku mencoba mempercayainya, karena aku rasa tidak ada hak aku bertanya banyak dan mencurigainya. Dia menyuruh kami pergi kekosnya terlebih dahulu…. Begitulah Rasa itu mulai berdatangan….. (T’ sanggup jemariku merempungkannya)
Dan kini rasa itu tlah sirna bersama kepergiannya dg sejuta tanya……


#Qnan_Mendoan City_200110

Tidak ada komentar: